Minggu, 02 Maret 2008

Bab - I Tugas Mahaguru (1)

Posted on 20.22 by Cu Deblag

Di pagi yang cerah, burung-burung berkicau menyambut mentari seakan berlomba menyambut datangnya pagi. Di tepi gunung Semeru tampak situasi sangat tenang. Seakan akan semuanya menyatu dengan sang alam semesta.

Sepasang kaki tampak menuruni lereng gunung tersebut. Kaki itu milik seorarang lelaki muda, berbadan tegap, kulitnya coklat terbakar cahaya mentari. Dilihat dari wajahnya usianya sekitar 24 tahun.

Tampak kaki tersebut sangat lincah menapaki jalan setapak, seakan akan sudah hafal dengan daerah tersebut. Memang demikian adanya, karena yang memiliki kaki itu adalah seorang Mpu yang bernama Mpu Bahula.

Mpu Bahula adalah murid dari Mpu Bharadah, dimana Mpu Bharadah sendiri terkenal sebagai seorang suci yang sangat mumpuni dan dipercaya sebagai penasihat Sri Baginda Prabu Erlangga. Mpu Bharadah merupakan salah seorang dari persaudaraan Panca Rsi yang ada saat itu, Beliau merupakan Mpu ke lima. Beliau berstana di Gunung Semeru, sedangkan ke empat saudara Beliau yang lain memiliki stana sendiri sendiri di jagat Bali Dwipa.

Mpu Bharadah menggembleng Mpu bahula dengan bermacam macam ilmu kesaktian dan kebatinan, sehingga Mpu Bahula menjadi seorang yang pilih tanding untuk seorang seusianya. Dengan dilengkapi oleh wejangan tingkah laku yang tinggi maka lengkap sudah ilmu yang dimiliki Mpu Bahula

Diantara ilmu yang diajarkan, terdapat ilmu Jagadhita. Ilmu ini merupakan dasar dan tujuan akhir dari segala ilmu yang ada di bumi dan terdiri dari lima tingkat sesuai dengan tingkat kesucian batin dari yang mempelajarinya. Pada dasarnya ilmu ini bertolak dari lima selimut atau yang disebut dengan Panca Kosa yang menutupi jati diri manusia sebelum manusia itu mengetahui dirinya sendiri.

Tingkat pertama merupakan penguasaan badan, tingkat kedua merupakan penguasaan Prana, tingkat ke tiga merupakan penguasaan pikiran, tingat keempat merupakan penguasaan keilmuan, dan tingkat yang paling tinggi merupakan penguasaan kebahagiaan jiwa

Mpu Bahula sendiri baru sampai pada tahap ke tiga, yang merupakan tahap dyana atau pengendalian pikiran. Tingkat ini termasuk susah untuk orang seusianya karena semangat dan nafsu yang sangat menggebu gebu oleh godaan keduniawian.

Teringat di benak Mpu Bahula, bagaimana Sang Mahaguru Mpu Bharadah menjelaskan tentang ilmu Jagadhita tersebut, bahwa ilmu ini hanya akan dikuasai dengan sempurna oleh orang yang benar benar berhati suci, tanpa pamrih apapun. Kondisi kejiwaan ini hanya dapat di capai oleh mereka yang benar benar meresapi ajaran para leluhur.

Diceritakan oleh Mpu Bharadah bahwa saat itu yang sudah menguasainya adalah sang Panca Rsi sendiri, di luar kelima rsi tersebut belum ada yang sanggup menguasainya. Ini dikarenakan oleh tuntutan ilmu itu yang mensyaratkan kondisi hati dan batin yang suci.

Mpu Bahula yang mulai digembleng semenjak umur 7 tahun merasakan betul betapa berat lakon yang harus dijalani untuk dapat menguasai tingkatan-tingkatan ilmu Jagadhita. Tak jarang Mpu Bahula harus bersemedi selama 42 hari tanpa makan dan minum hanya untuk menguji kekuatan batinnya.

Di samping ilmu Jagadhita, Mpu Bharadah juga menurunkan ilmu gerak yang berdasarkan pada pengertian lima unsur alam semesta yaitu Panca Maha Bhuta. Dari unsur tanah (Pertiwi) terlahir ilmu Selaksa Bumi, dari unsur air (Apah) terlahir ilmu Samudra Luwih, dari unsur api (Teja) terlahir ilmu Teja Gumilar, dari unsur angin (Bayu) terlahir ilmu Sapu Angin dan dari unsur ether (Akasa) terlahir ilmu Sukma Pancer.

Ilmu gerak yang berdasarkan pada lima unsur alam, apabila digunakan dengan dasar ilmu Jagadhita maka akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat. Mpu Bahula sendiri pernah mempraktekkan ilmu Selaksa Bumi untuk memukul batu sebesar kerbau. Batu tersebut hancur berkeping-keping. Ilmu Samudra Luwih dapat digunakan untuk melaksanakan serangan secara bergulung-gulung laksana ombak samudra. Sedangkan ilmu-ilmu yang lain juga tidak kalah dahsyat.

Setelah selama 17 tahun mendapat gemblengan langsung dari Mpu Bharadah, baru kali ini diijinkan untuk melakukan suatu perjalanan guna mengamalkan dan memperluas ilmu yang sudah dipelajari. Tapi dibalik semua itu ada tugas yang harus dilakukan sesuai dengan perintah Sang Guru.

Terbayang di benak Mpu Bahula suatu peristiwa yang diduga menjadi latar belakang perintah dari Sang Guru.

Bersambung......

No Response to "Bab - I Tugas Mahaguru (1)"